Transportasi Laut di Pelabuhan Pangkalansusu Memprihatinkan, Warga Harap Pemerintah Turun Tangan

KULITINTANEWS.COM, LANGKAT – Kecamatan Pangkalansusu di kenal sebagai penghasil Sumber Daya Alam (SDA) minyak dan gas. Namun, sarana transportasi laut di kawasan tersebut yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat sangat jauh dari kata standard.

Meski terdapat sebuah pelabuhan, minimnya kapal transportasi laut dan hanya menggunakan perahu seadanya, pemandangan tersebut menjadi kecemasan tersendiri bagi para penumpang dan masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan tersebut.

“Perahu yang digunakan juga tidak dilengkapi dengan alat-alat keamanan seperti rompi pelampung, racun api dan alat keamanan lainnya,” ucap salah seorang penumpang kepada wartawan.

Salah satu nakhoda perahu yang tidak ingin namanya di beberkan mengaku bahwa kapasitas muatan perahu tersebut hanya 4 Ton.

“Maksimal muatan hanya 4 Ton bang,” ucapnya kepada wartawan yang menyaru sebagai penumpang.

Warga sangat mengharapkan kepada pemerintah kabupaten Langkat agar memikirkan hal tersebut.

“Kami berharap kepada bapak Bupati Langkat terpilih agar memberikan solusi. Karena, dari pelabuhan Pangkalansusu ini ada beberapa Desa yang harus menggunakan kapal untuk menyeberang menuju Desa Kebun Ubi, Desa Paluh Sani, Desa Sungai Dua, Desa Pulau Kampe dan Desa Pulau Sembilan. Hal ini sudah puluhan tahun kami rasakan, bahkan perahu pengangkut padi pernah tenggelam karena menggunakan perahu yang seadanya saja. Hal ini harus me jadi perhatian khusus bagi pemerintah dan KPLP Pangkalansusu,” beber warga.(Adi)