KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Polisi belum menangkap pelaku lain terkait tewasnya Andreas Sianipar (44) yang jasadnya ditemukan di salah satu sumur di Dusun III, Bulu Telang, Desa Aek Tapa, Labuhan Batu Utara, Sabtu (21/12/2024) dinihari.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan mengatakan, pihaknya masih menahan tiga orang tersangka warga sipil. Sementara oknum TNI berinisial HS penanganannya dilakukan di Pomdam I/BB.
Ketiga tersangka yakni, CJS (23), MFIH (25) dan FA (37). Ketiganya pun dikatakan memiliki peran masing-masing dalam menghabisi nyawa korban.
“Belum ada (pelaku lain),” ucapnya, Jum’at (27/12/2024).
Kata Gidion, pihaknya sedari awal telah berkoordinasi dengan Kodam I/BB perihal kasus tersebut.
“Dari awal sudah (koordinasi). Mulai penyelidikan awal, sampai dengan menemukan jenazah kita bersinergi,” lanjutnya.
Terkait motif, Gidion belum bersedia membeberkannya. Menurutnya, motif keempatnya menghabisi nyawa korban Andreas erat kaitannya antara pelaku satu dan lainnya.
“Kalau motif siapa yang menginisiasi pertama, itukan harus komperhensif karena ada relasi hubungan antara tiga pelaku sipil dengan satu oknum TNI. Kalau motif jadi satu ini. Nggak punya motif sendiri-sendiri,” ungkapnya.
Meski begitu, Gidion tidak menampik bahwa motif para pelaku tidak terlepas dari permasalahan rental mobil.
“Ya, dugaannya seperti itu (rental mobil). Konfirmasi awalnya begitu,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil mengamankan tiga warga sipil perihal kematian Andreas Sianipar, pria yang tinggal di Desa Purwodadi, Sunggal, Deli Serdang.
CJS dikatakan berperan menjemput korban, sementara MFIH dan FA melakukan penganiayaan terhadap korban Andreas. Sementara seorang terduga pelaku lain, hingga kini masih dilakukan pengejaran oleh petugas kepolisian.(Rob)













