KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Berbeda dari tempat yang pertama, di lokasi kedua yang berada di Jalan Pelita 5 No. 15 Lingkungan 9 Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan, Andreas Pandapotan Purba, S.Ak, berfokus kepada sasaran penerima bansos yang tepat sasaran.

Kepada pemerintah dan masyarakat, Andreas mengimbau agar memprioritaskan orang-orang yang lebih layak menerima.

“Bapak/ibu, mari kita instrospeksi diri terlebih dahulu dan kita dengan menggunakan hati nurani, menyadari apakah kita layak menerima bansos ini? Karena bansos ini kuota nya terbatas, kalau lah sekiranya bapak/ibu yang kehidupannya lebih baik, janganlah mengajukan permohonan calon penerima bansos, biarkan saudara-saudara kita yang lain yang lebih layak menerima nya yang kita prioritas kan. Begitu pula dengan pemerintahan, dalam hal ini, Kepling, Kelurahan lebih berperan aktif dalam hal pendataan, prioritas kan orang yang benar-benar layak menerima nya,” harap Andreas, Minggu (27/09/2025) sore.

Ia juga menanggapi beberapa warga masyarakat yang mempertanyakan soal penerima bansos yang ternyata setelah ditelusuri, salah satu penanya tersebut tidak lolos sebagai penerima bansos karena anggota keluarga yang telah bekerja di salah satu perusahaan milik BUMN.
“Jadi bu, salah satu kriteria penerima bansos yang tidak lolos adalah apabila salah satu anggota keluarga yang terdapat di dalam KK sudah bekerja di BUMN, PNS, PPPK serta bekerja di perusahaan swasta yang berpenghasilan UMR. Ibu sudah jelaskan bahwa anak ibu 3 orang dari sisi pendidikan sudah Sarjana, dan salah satu di antara nya sudah bekerja di PT PELNI, jadi itu salah satu faktor ibu tidak dapat menerima bansos, meskipun status ibu janda. Dalam ketentuan Kemensos, salah satu penerima bansos adalah kaum Lansia kalau untuk kaum janda belum ada bu, jadi kita mari sama-sama tidak buta peraturan dan memahami regulasi yang ada,” tegasnya.
Setelah mendengarkan penjelasan tersebut warga pun mengerti dan sesi tanya-jawab berjalan dengan lancar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Sidorame Barat II, Haposan Sahat Sinaga, Koordinator PKH Kota Medan Dedi Irwandi Pardede, mewakili Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Halimah, mewakili Kecamatan Medan Perjuangan Florina, para Kepala Lingkungan serta masyarakat.(Rob)













