KULITINTANEWS.COM, NIAS UTARA – Selain kasus oknum guru yang cabuli siswi nya, kini hal serupa menimpa salah satu ASN di Kabupaten Nias Utara. Informasi yang diperoleh awak media ini, oknum ASN di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias Utara melakukan pelecehan seksual terhadap siswi SMK yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Pria mesum tersebut berinisial LJH. Kepada wartawan, salah seorang siswi yang menjadi korbannya menceritakan aksi bejat sang oknum di Disdukcapil Kabupaten Nias Utara tersebut. Ia mengaku bahwa perbuatan asusila tersebut dilancarkan LJH pada saat jam kerja dengan dalih membantu menyelesaikan pekerjaan keuangan.
“Saat saya menyerahkan berkas-berkas yang telah selesai dikerjakan, bapak (LJH-red) itu memegang tangan saya sambil meremas di area dada saya. Bahkan ia meminta hal yang tidak sepatutnya ia lakukan. Saat itu juga saya hempaskan tangannya dan pergi meninggalkan ruangan bapak itu,” ucap korban, Rabu (30/04/2025).
Korban mengaku bahwa perbuatan LJH bukan kali pertama terjadi. Hal serupa juga sudah pernah terjadi di awal bulan April lalu.
“Awal bulan April lalu juga sudah dilakukan oleh bapak (LJH-red) itu kepada saya. Modus nya juga tetap sama, memegang tangan saya ketika saya menyerahkan berkas. Bahkan dia (LJH-red) menarik dan kemudian menc*um saya smpai air liur nya jatuh ke tangan saya. Hal ini sudah saya laporkan kepada pihak sekolah dan juga orangtua, namun sampai saat ini belum ada penyelesaian,” bebernya.
Hal senada juga di alami oleh siswi lain yang sedang melaksanakan PKL di tempat yang sama yakni di Disdukcapil Kabupaten Nias Utara. Korban yang berasal dari Kecamatan Lahewa Timur ini pun mengaku pernah menjadi korban pelecehan LJH. Modus yang dilakukan pun hampir serupa dengan korban sebelum nya.
“Jadi, bapak (LJH-red) itu memanggil saya ke ruangan dengan alasan meminta saya membantu ada beberapa pekerjaan. Karena kami sudah trauma, saya mengajak teman saya untuk menemani. Saat kami masuk, bapak (LJH-red) itu bersembunyi di belakang pintu dan langsung menarik tangan saya serta menutup pintu ruangannya. Syukur saja waktu itu saya ditemani oleh teman saya yang juga merupakan siswi PKL. Saat itu kami langsung keluar ruangan dan menceritakan hal itu kepada teman-teman sesama kami yang sedang PKL dan kami semua ketakutan,” tuturnya.
Tak tahan dengan perbuatan bejat sang oknum ASN Disdukcapil, seluruh siswi tersebut menceritakan kepada Pamong PKL yang juga merupakan ASN di Dukcapil. Mendengar pengaduan anak siswi PKL tersebut, sang Pamong membawa seluruh siswi ke Kepala Dinas untuk menceritakan hal yang mereka alami.
Sementara itu, Kadisdukcapil Kabupaten Nias Utara Krispinus Baeha membenarkan informasi adanya dugaan perbuatan pelecehan seksual yang dialami oleh siswi SMK yang sedang menjalani PKL di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias Utara tersebut.
“Hal ini akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati Nias Utara mengingat pihak orangtua dan sekolah telah menyampaikan keberatan kepada kami. Sebagai Kepala Dinas, hal ini tidak bisa saya putuskan sendiri bahkan salah seorang oknum Anggota DPRD Nias Utara telah datang ke kantor dan mempertanyakan kejadian ini. Maka dari itu saya sebagai Kepala Dinas masih menunggu petunjuk dari Bapak Bupati Nias Utara,” tegasnya.
Terpisah, sang oknum ASN Disdukcapil Kabupaten Nias Utara berinisial LJH tersebut belum dapat dikonfirmasi atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan nya.(Yason Harefa)













