Pajak Restoran Bocor, Dewan Nilai Masih Banyak Oknum Bapenda ‘Bermain’ di Lapangan

KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, meminta Pemko Medan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk lebih fokus dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Restoran.

Pasalnya, Pemko Medan saat ini sudah banyak mengalami kebocoran PAD dari sektor Pajak Makan/Minum tersebut.

“Potensi PAD dari sektor Pajak Restoran di Kota Medan banyak yang bocor. Kita minta Bapenda Kota Medan untuk lebih fokus dalam hal ini,” ucap Bahrumsyah, Senin (26/01/2026).

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan ini mengatakan, saat ini ada sangat banyak Restoran maupun Cafe di Kota Medan yang tidak menyetorkan pajak sesuai dengan nominal yang seharusnya.

“Misalnya Restoran Lembur Kuring, omset mereka sekitar Rp4 Miliar per bulan. Seharusnya mereka menyetorkan Pajak Restoran Rp400 juta, tapi faktanya mereka hanya membayar sekitar Rp160 juta per bulan, bahka tidak sampai separuhnya. Itu hanya salah satu contoh, masih sangat-sangat banyak restoran atau cafe di Kota Medan yang melakukan hal yang sama,” katanya.

Bahrumsyah meyakini, kebocoran yang terjadi tidak luput dari pantauan oknum-oknum pegawai Bapenda Kota Medan yang bertugas di lapangan.

“Ini harus menjadi catatan bagi Bapenda Kota Medan, bahwa masih banyak oknum-oknum pegawai Bapenda yang ‘bermain’ di lapangan. Perbuatan mereka membuat Pemko Medan kehilangan banyak PAD dan mengalami kerugian besar,” katanya.

Ke depan, Bahrumsyah meminta Bapenda lebih serius dalam memantau dan menghitung potensi pajak dari seluruh restoran maupun cafe yang ada di Kota Medan.

“Seperti Restoran Pondok Gurih. Awalnya mereka hanya membayar pajak sebesar Rp5 juta per bulan, tapi setelah ‘ditongkrongi’ dan dihitung potensi pajaknya, sekarang mereka membayar pajak sebesar Rp75 juta per bulan. Bayangkan berapa kali lipat kenaikannya dan sudah berapa banyak Kota Medan mengalami kebocoran PAD selama ini,” tegasnya.

Bahrumsyah berharap oknum-oknum Bapenda yang ‘bermain’ di lapangan dapat benar-benar ditertibkan, penghitungan potensi pajak dapat dilakukan secara objektif dan pengutipan pajak dapat dilakukan secara lebih serius.

“Kalau kebocoran PAD dari sektor Pajak Restoran ini dapat benar-benar dimaksimalkan, maka PAD kita akan meningkat secara signifikan,” tutupnya.(Rob)