Pemilik Dapur SPPG yang Berdampingan Dengan Kandang Ternak Babi Disebut-sebut Merupakan Pimpinan DPRD Nias Utara

KULITINTANEWS.COM, NIAS UTARA – Persoalan keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdampingan dengan kandang ternak babi di Desa Tetehosi Maziaya, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara kembali menjadi sorotan masyarakat. Fakta yang mencuat kali ini berkaitan dengan sosok yang disebut sebagai pemilik bangunan atau lokasi yang digunakan sebagai dapur SPPG tersebut.

Berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, pemiliknya disebut merupakan salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Nias Utara Berinisial ‘YT’. Informasi tersebut sontak menuai pertanyaan publik. Pasalnya, keberadaan dapur SPPG yang berdekatan dengan kandang ternak babi sebelumnya telah menjadi perhatian karena menyangkut aspek kebersihan, sanitasi dan kelayakan tempat pengolahan makanan.

Masyarakat menilai, status pemilik lokasi yang disebut sebagai pejabat publik justru membuat persoalan tersebut perlu dijelaskan secara transparan. Bukan hanya mengenai kepemilikan bangunan, tetapi juga bagaimana proses penentuan lokasi dapur SPPG hingga bentuk kerja sama antara pemilik bangunan dengan pihak pengelola.

“Kalau benar pemiliknya merupakan pimpinan DPRD Nias Utara berinisial YT, tentu masyarakat berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka. Bukan rahasia umum lagi soal kepemilikan dapur SPPG itu bang, kalau tidak salah ada 5 titik dapur SPPG milik pimpinan DPRD Nias Utara itu bang. Bagaimana bangunan itu bisa dipilih menjadi lokasi SPPG dan apakah seluruh persyaratannya sudah dipenuhi?” ujar seorang warga.

Menurut warga, persoalan ini bukan semata-mata mengenai siapa pemilik bangunan. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa dapur SPPG benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

Terlebih, dapur tersebut disebut berada berdampingan dengan kandang ternak babi. Kondisi itu dinilai perlu mendapat pemeriksaan serius dari instansi yang berwenang, terutama terkait sanitasi, sumber air, pengelolaan limbah, kebersihan lingkungan dan potensi pencemaran.

“Ini dapur untuk menyediakan makanan. Karena itu standar kebersihan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai lokasi yang berdekatan dengan kandang ternak justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Persoalan MBG beracun sudah banyak terjadi, akhir-akhir ini melanda Kabupaten Karo, jangan sampai hal serupa terjadi di Kabupaten Nias Utara ini,” tegas warga.

Masyarakat juga mempertanyakan kemungkinan adanya konflik kepentingan apabila benar lokasi SPPG tersebut merupakan milik seorang pimpinan DPRD Nias Utara. Mereka meminta seluruh prosesnya dibuka kepada publik agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

“Kalau memang semuanya sesuai prosedur, silakan dijelaskan secara terbuka. Siapa pemilik bangunan, bagaimana perjanjiannya, apakah disewa atau digunakan dengan mekanisme lainnya, serta siapa yang menentukan lokasi tersebut,” kata warga.

Selain itu, masyarakat mendesak instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap dapur SPPG tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan fasilitas tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku sebelum digunakan untuk menyiapkan makanan bagi penerima manfaat.

Warga menegaskan kritik tersebut bukan bermaksud menghambat pelaksanaan program pemenuhan gizi pemerintah. Sebaliknya, masyarakat ingin program tersebut berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

“Program pemerintah harus kita dukung, terkhusus soal MBG ini tetapi pengelolaannya juga harus transparan. Jangan karena pemilik lokasi disebut pejabat, kemudian masyarakat tidak boleh mempertanyakan,” ungkapnya.

Terpisah, pimpinan DPRD Nias Utara berinsial YT saat dikonfirmasi awak media ini, Kamis (20/08/2026) kemarin, memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan apapun terkait persoalan dapur SPPG berdampingan dengan kandang ternak babi. Bahkan saat ditanya terkait issue yang beredar soal dapur SPPG Tetehosi Maziaya disebut merupakan miliknya, ia memilih bungkam.

Sementara itu, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu saat dikonfirmasi terkait keberadaan dapur SPPG berdampingan dengan kandang ternak babi, tidak memberikan tanggapan yang begitu spesifik.
“Mks info,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.(Red*)