Combine Harvester Milik GAPOKTAN Desa Pulau Kampai Berada di Aceh Tamiang, Petani Kesal

KULITINTANEWS.COM, LANGKAT – Para petani yang tergabung dalam GAPOKTAN Desa Pulau Kampai Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, merasa kesal terhadap alat-alat pertanian yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Pemkab Langkat sudah tidak terawat. Bahkan, salah satu alat yang mendukung proses panen padi nya berada di luar Provinsi Sumatera Utara.

Hal itu terungkap saat beberapa warga yang notabene merupakan anggota dari GAPOKTAN Desa Pulau Kampai diwawancarai oleh awak media ini.

“Kami atas nama GAPOKTAN Desa Pulau Kampai mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Langkat bang berupa 1 unit jonder mini, 1 unit mesin kompos, 1 unit combine harvester alat panen padi dan 2 unit hand traktor. Seluruh alat itu sudah tidak terawat bahkan rusak bang, bagaimana nasib kami para petani ini bang,” ungkap warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan, Senin (23/12/2024) lalu.

Menurutnya, combine harvester yang mereka harapkan untuk kemajuan ketahanan pangan di Desa Pulau Kampai diduga disalahgunakan oleh oknum pengurus GAPOKTAN.

“Kami sangat kecewa bang, alat panen padi combine harvester yang diberikan pada hari Kamis, 22 Februari 2023 lalu, kini berada di Aceh Tamiang. Bagaimana kami mau mendapatkan hasil panen yang maksimal kalau alat yang diberikan oleh Pemerintah saja disalahgunakan oleh oknum pengurus GAPOKTAN kami ini,” kesalnya.

Saat awak media ini melakukan penelusuran untuk memastikan keberadaan combine harvester tersebut, alhasil alat bantu panen padi tersebut sudah tidak berada di tempat penyimpanan nya.

Bahkan, Ketua GAPOKTAN Iegiono mengakui bahwa alat combine harvester tersebut tidak berada di Desa Pulau Kampai.

“Saya sebagai ketua GAPOKTAN yang baru menjabat kurang lebih enam bulan. Soal alat combine harvester tersebyt memang benar sudah tidak berada di Pulau Kampai,” ucapnya sembari menggeleng kepala.

Sementara itu, warga menyayangkan petugas Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) tidak pernah menjalankan tugas nya ke Desa Pulau Kampai.

“PPL nya disini Pak Ali Sadikin. Beliau tidak pernah hadir melakukan tugasnya melakukan penyuluhan, kalau tidak diundang dia tidak akan datang bang,” ungkap Legiono.

Warga berharap pihak Dinas Pertanian mengevaluasi ulang tentang alat-alat pertanian dan bila perlu PPL-nya segera di berhentikan.

“Kami berharap Dinas Pertanian Kabupaten Langkat turun tangan atas persoalan di Desa kami ini. Bila perlu, PPL nya di evaluasi,” ketus warga.(Adi)