Tindaklanjuti 471 ASN Pemko Medan Bolos Kerja, Rico Waas: Sedang Diperiksa Inspektorat

KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan tidak akan tinggal diam terkait banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang bolos kerja atau tidak hadir tanpa keterangan pada hari pertama kerja pasca libur panjang, yakni libur dan cuti bersama Nyepi Idulfitri 1447H.

“Saat ini mereka (471 ASN) sedang diperiksa Inspektorat,” ucap Rico, Jum’at (27/03/2026).

Dikatakan Rico, pemeriksaan oleh pihak Inspektorat tersebut dilakukan untuk melihat kondisi detail dan penyebab pasti 471 ASN tersebut bolos kerja setelah menjalani libur panjang.

“Kita perlu tahu kondisi detailnya di setiap ASN itu seperti apa, karena nanti mereka akan diberikan sanksi. Dari awal kita sudah sampaikan bahwa yang bolos kerja ini ada sanksinya, jadi sama seperti bolos kerja pada umumnya pasti ada sanksi-sanksi, apakah itu teguran maupun sanksi administratif lainnya,” ujarnya.

Soal dorongan Komisi I DPRD Kota Medan yang meminta adanya sanksi berat bagi para ASN yang bolos kerja, Rico mengaku masih akan mempelajari hal itu.

“Saat ini kita masih memberikan sanksi sesuai regulasi yang ada, tetapi hal ini tentunya akan menjadi perhatian serius bagi kami,” katanya.

Rico menjelaskan, dalam memberikan sanksi kepada setiap ASN, Pemko Medan selalu mengedepankan pertimbangan-pertimbangan yang objektif.

“Misalnya ASN si A selama ini tidak pernah bolos, baru kali ini dia bolos, tentu sanksinya tidak akan sama dengan ASN si B yang ternyata memang sudah sering bolos kerja. Makanya dalam memberikan sanksi kita tidak hanya menilai kesalahannya saat ini saja, tetapi kita juga perlu melihat track record-nya,” jelasnya.

Rico memastikan bahwa catatan prestasi maupun catatan buruk setiap jajarannya selalu tersimpan rapi di Pemko Medan.

“Untuk itu, BKN sudah saya minta untuk memperhatikan terus pola kerja setiap ASN. Yang rajin kerja dengan yang rajin bolos tidak boleh punya karir yang sama baiknya, jadi kita betul-betul menilai secara objektif, semua ada tolak ukurnya,” pungkasnya.(Rob)