BMKG Prediksi Hujan Lebat Kembali Guyur Kota Medan Seminggu Kedepan

Gibson: Drainase Aman, Sungai Deli Lagi Kita Kerjakan

KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengatasi permasalahan banjir yang ada di Kota Medan.

Saat ini, pihaknya bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II tengah berfokus melakukan peninggian dan memasang bronjong-bronjong di bibir Sungai Deli.

“Ada tiga sungai yang fokus akan kita benahi, yakni Sungai Belawan, Sungai Bedera dan Sungai Deli. Namun saat ini masih fokus yang Sungai Deli dulu, karena kondisinya seperti yang di Kecamatan Medan Polonia sudah sangat terdampak masyarakat,” ucap Gibson saat dikonfirmasi, Selasa (09/12/2025).

Soal prediksi BMKG hujan dengan intensitas lebat akan mengguyur Kota Medan pada 8-15 Desember 2025, Gibson menyebut pada prinsipnya saluran drainase yang ada di Kota Medan masih sanggup menampung debit air ketika hujan turun.

“Yang jadi permasalahan sebenarnya ketika hujan turun di gunung, itu akan berdampak ke Kota Medan. Air sungai akan meluap. Jadi kalau hujan hanya terjadi di Kota Medan, saluran drainase kita masih bisa menampung. Yang dikhawatirkan hujan turun di gunung dan Kota Medan, tentu akan terjadi genangan yang lumayan tinggi,” katanya.

Meski begitu, sambung Gibson, pihaknya masih akan terus berupaya mencari solusi agar ketika terjadi genangan air bisa surut dengan cepat.

“Upaya kita tentu secepat mungkin mengalirkan genang yang ada ke sungai sehingga air bisa cepat surut. Dan yang paling terdampak tetap kawasan Medan Utara, karena disana hilirnya. Yang jelas kami akan terus berupaya agar permasalahan banjir ini bisa teratasi, salah satunya memperbaiki tanggul di Kecamatan Medan Labuhan yang jebol akibat Banjir Rob,” pungkasnya.

Seperti diketahui, BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang akan terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Utara, salah satunya Kota Medan yang berlangsung pada tanggal 8-15 Desember 2025.

Hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat diprediksi terjadi lantaran Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia Barat Daya Lampung yang mengakibatkan adanya belokan angin dan konfluensi (pertemuan massa udara) di Sumatera Utara.

Bibit Siklon Tropis 91S juga didukung oleh aktifnya gelombang atmosfer dan MJO di sekitar pusat sirkulasinya. Kondisi IOD negatif masih akan berlangsung hingga bulan Desember 2025.

Selain itu, suhu muka laut terpantau hangat berkisar 29 – 30°C dan kelembapan udara yang tinggi di semua lapisan atmosfer.

Dengan adanya faktor-faktor ini, wilayah Sumatera Utara diprediksi akan menerima tambahan uap air, sehingga terjadi peningkatan pembentukan awan-awan hujan khususnya di wilayah pantai barat.(Red*)