KULITINTANEWS.COM, LANGKAT – Kabar matinya ribuan spesies ikan di Sungai Bengkel/Cabang, Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat mulai mendapatkan titik terang berdasarkan investigasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Langkat, Kamis (05/02/2026) pagi.
Berdasarkan informasi dan keterangan warga yang diperoleh, bahwa terdapat aliran limbah dari Pabrik Tebu Kwala Madu PTPN II yang kini menjadi PTPN I yang mengakibatkan ribuan spesies ikan mati.
“Setiap panen tebu, disitu lah Pabrik membuang limbah dan menyebabkan ikan-ikan yang ada di sungai mengapung dan mati keracunan,” ungkap Ilham.
Meski kejadian tersebut sudah sering terjadi, menurut Ilham, belum ada tanggapan dari instansi terkait untuk menindaklanjuti dan mengambil tindakan tegas atas kejadian tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat melalui staf nya Rajianto dkk yang melakukan kroscek monitoring di lapangan menjelaskan kepada wartawan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran.
“Ini masih kami telusuri bang di lapangan dan kami masih menuju pabrik pengolahan tebu Kwala madu PTPN I untuk memastikan kebenaran saluran limbah berasal,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa apapun hasil dan langkah yang diambil merupakan kewenangan Kepala Dinas.
“Dalam hal itu, apabila sudah ada kami ketahui pasti sumber permasalahan nya yang mengakibatkan ikan di sungai tersebut mati, ataukah mati diduga terkena limbah beracun, nanti hasilnya akan kami lapor ke Pak Kadis dan apa langkah yang akan di ambil tentunya kami serahkan kepada pak Kadis,” tutupnya saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp.
Warga berharap agar kejadian tersebut tidak kembali terulang.
“Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali yang dampaknya pasti sangat banyak pihak yang dirugikan dalam hal pencemaran lingkungan maupun kerusakan ekosistem. Kami berharap kepada bapak Kepala Dinas Lingkungan Hidup, tindak tegas pelaku usaha yang tidak taat prosedur, agar lingkungan dan masyarakat tidak dirugikan akibat pengusaha nakal,” sambung Umar sebagai tokoh masyarakat.(Adi)













