Edison Marpaung Apresiasi Langkah Proaktif Bupati Deli Serdang Atas Inflasi Dengan Membuka TOPPIS

KULITINTANEWS.COM, DELI SERDANG – Pengamat ekonomi Deli Serdang, Edison Marpaung SH memberikan pandangan positif terkait penanganan inflasi di Deli Serdang yang sempat mencuat akibat kenaikan harga cabai.

“Angka inflasi 6,28% yang didasarkan pada contoh pengamatan di Kecamatan Deli Tua dengan satu bahan pakan pokok cabai tidak mencerminkan gambaran utuh kondisi inflasi secara menyeluruh di wilayah tersebut,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (05/11/2025) di Lubuk Pakam.

Edison menyoroti langkah sigap dan proaktif Bupati Deli Serdang yang membuka Toko Pemantau Pengendali Inflasi (TOPPIS). Program ini dinilai sangat positif karena mampu melakukan sosialisasi intensif dan memberi shock therapy di pasar, sehingga tidak hanya konsumen, tetapi juga pedagang mengecek harga dan beradaptasi dengan permintaan pasar secara real time.

Dari pengamatan Edison, distribusi barang dagangan beras, minyak goreng, dan cabai yang kini berpusat di Pasar Kulakan di Medan, seperti Medan Soeci dan MTC Cemara Hijau, ikut mempengaruhi harga jual. Biaya transportasi, tenaga, dan waktu yang dibebankan kepada pedagang tentu berimbas pada harga barang di tingkat pengecer.

Edison juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi pedagang pasar tradisional di Deli Serdang.

“Mereka harus bersaing dengan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak terbebani biaya retribusi pasar, listrik, dan kebersihan,” jelasnya.

Hal ini menyebabkan pedagang pasar tradisional kesulitan mematok harga bersaing dan berdampak pada penurunan modal hingga penutupan kios.

Sebagai solusi jangka panjang, Edison menyarankan kepada pemerintah kabupaten untuk membuat pasar kulakan lokal di beberapa titik strategis seperti Percut, Sunggal, dan Tanjung Morawa, yang mempertimbangkan kepadatan penduduk dan kebutuhan pokok setempat.

“Misalnya, daerah Pancur Batu yang berlokasi di dataran tinggi dapat diprioritaskan untuk kebutuhan ikan dan daging ayam, sedangkan sayur dan buah dapat disalurkan dari jalur pemasok utama,” paparnya.

Selain itu, Edison mendorong penertiban pedagang kaki lima yang berjualan dekat pasar tradisional agar tatanan usaha pasar tetap sehat dan memberikan jaminan usaha yang pasti bagi pedagang yang patuh pada regulasi pasar.

“Pemerintah perlu mengatur jarak minimum larangan berjualan barang sejenis di sekitar pasar supaya pasar tradisional dapat berfungsi optimal sebagai pusat distribusi barang,” tegasnya.

Edison juga mengomentari fenomena harga cabai yang tinggi karena kualitas cabai dari Kecamatan Beringin yang sedang panen dinilai kalah kualitas dengan cabai dari Batu Bara, Aceh Tengah, dan pasokan dari Jawa. Kualitas cabai yang sedikit kriting dan cepat membusuk diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca curah hujan.

Dengan berbagai tantangan dan upaya yang sudah dilakukan, Edison tetap optimistis Deli Serdang akan mampu mengendalikan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengaturan distribusi yang lebih efisien dan penguatan pasar tradisional.(Red*)