KULITINTANEWS.COM, DELI SERDANG – Peta persaingan menuju kursi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Deliserdang mulai mengerucut. Dari enam nama yang direkomendasikan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Deliserdang, tiga nama disebut paling menguat setelah dua kandidat yang diusung PAC tingkat kecamatan tidak hadir dalam forum.
Muscab yang dibuka Ketua DPW PKB Sumut, H Ashari Tambunan, berlangsung di Gedung Cadika Lubukpakam, Senin (06/04/2026).
Forum tersebut merekomendasikan enam nama untuk dikirim ke DPP PKB. Keenam nama itu masing-masing Dr Mhd Hasan Elkholqiyah SH MH, H Rakhmadsyah SH, H Purwaningrum SH, H Said Hadi SE, Julyadi Pulungan, dan Rabuono.
Namun, absennya Julyadi Pulungan dan Rabuono sempat memicu dinamika di arena Muscab. Sejumlah pemilik suara dari PAC menilai keduanya tidak menunjukkan penghargaan terhadap forum partai karena tidak hadir langsung.
“Memang sempat sedikit kisruh karena ada yang meminta dua nama itu dicoret lantaran tidak hadir. Tapi hasil musyawarah tetap memutuskan enam nama direkomendasikan, hanya saja dua nama tersebut menjadi catatan,” ucap Rakhmadsyah, yang juga Sekretaris PKB Deliserdang.
Dari informasi yang dihimpun MISTAR dari sejumlah kader PKB, kini mengerucut tiga nama terkuat, yakni Mhd Hasan Elkholqiyah, Rakhmadsyah dan Purwaningrum. Ketiganya dinilai memiliki peluang lebih besar karena sama-sama merupakan anggota DPRD Deliserdang, dengan rekam jejak politik dan pengalaman organisasi yang dianggap mumpuni untuk memimpin partai ke depan.
“Arus bawah melihat track record dan kinerja ketiga nama ini sangat layak. Aspirasi kader tentu berharap DPP mempertimbangkan itu, meski keputusan akhir tetap di pusat,” ujar salah seorang kader PKB.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sumut H Ashari Tambunan menegaskan seluruh nama yang telah direkomendasikan tetap memiliki peluang yang sama. Menurutnya, enam nama tersebut akan segera dikirim ke DPP PKB untuk menjalani sedikitnya dua tahapan seleksi, salah satunya fit and proper test.
“Nanti DPP yang memutuskan. Enam nama akan kita kirim dan semuanya masih berpeluang. Kita lihat semuanya punya potensi, bedanya pun sangat tipis,” kata Ashari.(Rel*)













