DPRD Medan Soroti Pemko Tak Siap Hadapi Bencana, Lokasi Pengungsian Minim Dapur Umum

KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Muslim, menilai Pemko Medan tidak siap dalam menghadapi bencana banjir pada 19 kecamatan di Kota Medan yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Pasalnya, Pemko Medan tidak mampu mengeluarkan kebijakan secara cepat sehingga perangkat kerjanya tidak bisa bergerak cepat dalam menghadirkan bantuan kepada warga yang terdampak.

“Pemko Medan terkesan lambat dalam memberikan kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir,” ucap Muslim, dalam keterangan yang diterima, Senin (01/12/2025).

Muslim mencontohkan di Kecamatan Medan Marelan yang banyak tempat pengungsian tidak memiliki dapur umum.

“Seharusnya sejak awal Pemko Medan menginstruksikan Camat, Lurah dan Kepling untuk membuat dapur umum di setiap lokasi pengungsian. Kalau hanya menunggu datangnya makanan itu jelas sangat lambat, sementara warga yang terdampak banjir sudah kelaparan,” tegas Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan ini.

Dijelaskannya, banjir yang terjadi membuat akses menuju lokasi pengungsian terputus.

“Misalnya ada dapur umum tentu masyarakat tidak menunggu-menunggu lagi, itu yang saya maksud. Harusnya ketersediaan dapur umum itu disiapkan sejak awal, karena cuaca ekstrem ini juga sudah diingatkan sejak awal oleh BMKG,” jelasnya.

Muslim menyebut, Pemko Medan harusnya segera mengeluarkan kebijakan dan bergerak cepat begitu bencana terjadi tanpa terlalu kaku dengan mekanisme dan birokrasi yang ada.

“Kita punya anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga), anggaran itu kan memang disiapkan untuk keperluan darurat seperti bencana banjir ini. Bayangkan bagaimana sengsaranya warga yang terkena banjir kemarin, khususnya warga di Medan Utara. Sudah lah sulit mendapatkan makanan, tiga hari listrik padam, tiga hari tidak ada air bersih, akses telepon dan internet pun tidak ada,” cetusnya.

Terakhir, Muslim juga menyoroti lemahnya pelayanan kesehatan yang diberikan Pemko Medan pasca banjir.

“Sangat banyak warga yang sakit usai terdampak banjir, ini yang harus juga diperhatikan. Pemko Medan jangan berfikir air surut permasalahan selesai, tidak seperti itu, penanganan pasca banjir itu lebih detail,” pungkasnya.(Rob)