KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Lantaran tak membawa data saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait izin bangunan, Komisi IV DPRD Kota Medan mengusir Kasi Trantib Kecamatan Denai.
Ketua Komisi IV, Paul Mei Anton Simanjuntak, tampak kesal saat melihat Kasi Trantib Medan Denai, H Siregar yang datang memakai kemeja formal.
“Bapak PNS atau tidak? Ini hari Senin kenapa tidak memakai baju dinas?,” tanya Paul.
Mendengar itu, H Siregar pun mengaku bahwa dirinya tidak memakai baju dinas dikarenakan ada agenda kegiatan lain.
Setelah itu, Paul langsung mempertanyakan soal bangunan di Jalan Tangguk Bongkar.
“Itu bagaimana posisi bangunannya Pak, apakah izinnya sudah ada dan lengkap?,” kembali tanya Paul.
Menjawab hal itu, H Siregar mengaku bahwa pihaknya sudah menyurati pemilik bangunan.
“Pengakuannya masih mengurus izinnya. Tapi untuk mengambil keputusan saya tidak bisa,” jawabnya.
Mendengar itu, Paul pun berang dan langsung mengusir H. Siregar untuk meninggalkan ruang RDP.
“Sangat luar biasa kali, data pun tidak ada sama Bapak. Keluar saja dari ruangan ini,” ketus Paul.
Dalam RDP tersebut, Paul juga menyesalkan sikap Satpol PP Kota Medan yang minim penindakan dan terkesan pembiaran.
“Seperti bangunan di Jalan Sumatera sudah selesai pengerjaannya. Lalu bangunan di Jalan Metal yang sudah dibongkar namun tidak disegel. Ini seperti ada pembiaran. Sudah berapa banyak kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Satpol PP itu penegak Perda jangan diam saja,” katanya.
Atas dasar itu, Paul mengaku akan mengambil sikap tegas dengan mengelar rapat lintas gabungan dengan melibatkan aparat hukum dengan menghadirkan pihak Inspektorat.
“Apakah Inspektorat mengetahui tingkah laku anak buahnya di lapangan? Nanti akan kita gelar RDP bersama Komisi I untuk menghadirkan kejaksaan,” ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan Anggota Komisi IV lainnya, Lailatul Badri, yang meminta agar rapat tidak dilanjutkan karena tidak ada keputusan yang bisa dihasilkan.
“Inilah kebiasaan OPD Pemko Medan, baik RDP atau peninjauan lapangan selalu diutus staf yang akhirnya tidak bisa memutuskan apa pun. Sebaiknya tidak dilanjutkan saja,” tutupnya.(Rob)













