Harga Daging Ayam Turun, Sapi Stabil

KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Fenomena unik terjadi di pasar pangan Kota Medan menjelang Idulfitri 2026. Alih-alih meroket, harga daging ayam justru menunjukkan tren menurun, sementara harga daging sapi tetap bertahan stabil meski permintaan melonjak tajam. Pengamat ekonomi menilai intervensi pemerintah melalui subsidi dan bantuan sosial menjadi faktor utama peredam inflasi ini.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam di Medan rata-rata turun menjadi Rp42.200 per Kg hari ini, dari sebelumnya Rp42.400 per Kg pada akhir pekan lalu.

Meskipun permintaan (demand) menjelang H-7 Lebaran biasanya melonjak antara 35 persen hingga 60 persen, pasokan daging ayam secara mingguan justru mengalami kenaikan sekitar 7 persen. Kondisi serupa terjadi pada daging sapi yang dibanderol di kisaran Rp137.000 hingga Rp144.000 per Kg.

“Hasil pengamatan di sejumlah rumah potong hewan menunjukkan kenaikan signifikan sapi hidup yang dipotong, dari 16 hingga 18 ekor menjadi 28 ekor per hari. Harga tetap stabil karena sisi persediaan (supply) masih mampu mengimbangi kenaikan permintaan masyarakat,” kata Gunawan, Senin (16/03/2026).

Gunawan menekankan bahwa kebijakan pemerintah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran bansos pangan efektif memangkas rantai pasok. Hal ini secara otomatis mengurangi beban permintaan di pasar reguler, sehingga harga tidak bergejolak.

Dalam program GPM tahun ini, masyarakat bahkan mendapatkan keuntungan tambahan berupa bonus telur ayam dan karkas (cincangan) daging sapi hanya dengan membayar Rp1 melalui QRIS.

“Langkah ini sangat positif bagi masyarakat miskin. Namun, perlu diwaspadai adanya moral hazard di mana masyarakat mampu atau pelaku usaha mapan ikut menikmati bonus tersebut, yang sebenarnya kurang layak mereka dapatkan,” ucapnya.

Ada tiga faktor utama yang menjaga harga daging di Medan tetap terkendali pekan ini yaitu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat rentan secara langsung, skema bonus via QRIS menarik minat masyarakat ke pasar murah, mengurangi kerumunan di pasar tradisional, dan peningkatan kapasitas potong harian memastikan daging segar tersedia setiap pagi.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying) karena stok di tingkat produsen dan distributor terpantau sangat mencukupi hingga hari raya tiba.(Rob)