KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Dibawah tekanan, salah satu pemilik media online Kota Medan diciduk dan dipaksa untuk memberikan keterangan klarifikasi yang direkam terkait pemberitaan yang sempat di publikasikan oleh dirinya di media online metroinvestigasinews.com terkait dugaan bisnis ilegal pengolahan kondensat dan bisnis perjudian tembak ikan yang ada di Kabupaten Langkat beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan oleh Sigit Permono kepada awak media baru-baru ini. Kepada wartawan Sigit mengungkapkan bahwa awal mula dirinya dihubungi oleh seseorang yang meminta bertemu untuk membahas klarifikasi atas berita yang telah tayang di media miliknya.

“Saya dihubungi melalui panggilan WhatsApp oleh seseorang untuk bertemu di salah satu kafe yang ada di Kota Medan, Selasa (28/04/2026) malam sekira pukul 20.59 WIB lalu. Setelah saya datang ke lokasi yang disepakati, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal dan meminta saya masuk kedalam mobil dengan alasan memberikan klarifikasi,” ungkap Sigit.

Situasi berubah mencekam ketika ia melihat sosok pria berbaju loreng mirip seragam TNI yang diduga ikut mengintimidasi dirinya. Dalam kondisi ketakutan dan penuh tekanan, Sigit mengaku tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti permintaan mereka.
“Saya diintimidasi untuk membuat video klarifikasi bahwa berita yang saya tayangkan tidak benar,” bebernya.
Tidak hanya itu, Sigit juga mengaku sempat mendapat pesan agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada rekan wartawan lainnya.
“Mereka menegaskan, kalau ada wartawan lain bertanya, saya disuruh memberikan jawaban ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkap Sigit menirukan ucapan yang diduga disampaikan oleh oknum aparat tersebut.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan jurnalis dan kebebasan pers di Sumatera Utara. Dugaan intimidasi hingga penculikan terhadap wartawan dinilai sebagai bentuk pembungkaman terhadap kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media berupaya konfirmasi via panggilan WhatsApp dan pesan singkat melalui chat aplikasi WhatsApp, namun Pangdam l/BB Mayjen TNI Hendi Antariksa dan seorang perwira TNI Angkatan Laut dari satuan Korps Marinir yang bertugas di Batalyon Infanteri 8 Marinir (Yonif 8 Mar), Langkat, Sumatera Utara belum memberikan keterangan resminya.(Red*)













