Kasus Dugaan Pungli Fee Proyek Libatkan Oknum PPK Disdik Langkat Menguap, Lembaga Investigasi Negara Angkat Bicara

KULITINTANEWS.COM, LANGKAT – Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Investigasi Negara (DPC-LIN) Agus Andra Sitepu menilai kinerja pejabat Dinas Pendidikan kabupaten Langkat tidak profesional, Rabu (21/05/2025).

Hal tersebut terkait salah satu kasi berinisial SU yang menjabat sebagai PPK sering tidak masuk kantor.

Agus membeberkan bahwa hal itu dikuatkan atas keterangan Plh Kadis Pendidikan Langkat terkait tidak masuknya SU dengan alasan sedang melakukan kegiatan dinas luar.

Namun, saat Plh Kadis Pendidikan Gembira Ginting mencoba memastikan keberadaan Kasi nya tersebut dengan melakukan panggilan seluler namun, tidak mendapat jawaban.

“Tadi sempat di hubungi oleh Pak Gembira, namun dia (SU-red) tidak angkat,” ungkap Agus kepada wartawan.

Ia menduga dengan sering tidak masuknya salah satu Kasi di Dinas Pendidikan dan dengan keterangan yang disampaikan oleh sang Plh Kepala Dinas hanya alasan untuk menutupi dugaan gratifikasi dan pungli yang saat ini menjadi pembahasan ongkos di muka (fee proyek) sebesar 18- 20% jika ingin mendapatkan proyek di jajaran Dinas Pendidikan Langkat yang terus mencuat hingga saat ini.

“inilah salah satu wajah dari Dinas Pendidikan Langkat. Selain itu, sering pula kita dengar banyak petinggi jajaran Dinas tersebut diduga sering melakukan tindakan negative dengan sering ke lokasi karokean sehingga terkesan tidak punya moral dan menjadi contoh buruk sehingga tidak heran banyak anak-anak sekolah melakukan aksi tawuran, pembegalan dan geng motor,” ketusnya.

Ia meminta Mentri Pendidikan memusatkan perhatiannya ke Dinas Pendidikan Langkat.

“Untuk itu Dinas Pendidikan Langkat perlu perhatian khusus dari Mentri Pendidikan agar kinerja di jajaran Pendidikan Kabupaten Langkat dapat profesional dalam menjalankan fungsi jabatannya dan bukan hanya untuk kepentingan pribadi,” harapnya.

Hingga berita ini dinaikan belum ada tanggapan dari PPK tersebut karena sering tidak masuk kantor dan sat dihubungi melalui panggilan WhatsApp di nomor 08136173*** terlihat tidak aktif.(Adi)