Strategi Cerdas Hadapi Inflasi, Edison Marpaung Usulkan Program Ketahanan Pangan Non Beras Terpadu di Deli Serdang

KULITINTANEWS.COM, DELI SERDANG – Deli Serdang bersiap menjadi tuan rumah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Kota Seluruh Indonesia pada Juli 2026 dengan harapan istimewa kehadiran Presiden RI.

“Dalam momen berharga ini, solusi konkret menanggulangi tekanan inflasi yang membebani daya beli masyarakat, yaitu melalui Program Ketahanan Pangan Non Beras,” ujarnya, Rabu (05/11/2025) di Lubuk Pakam.

Menurut Edison, kunci solusinya terletak pada pengembangan pertanian holtikultura unggulan seperti cabai, bawang, ubi, talas, jagung, dan kacang-kacangan yang terintegrasi dengan peternakan (lembu, kambing, ayam) dan perikanan darat (patin, lele, gurami).

“Program ini tidak hanya sebagai cadangan pangan lokal, tetapi juga kesempatan strategis penyerapan produk lokal dengan nilai ekonomi tinggi,” paparnya.

Salah satu poin krusial yang disinggung Edison adalah kebutuhan jagung untuk pakan ayam di kawasan Pantai Labu dan Beringin yang mencapai ratusan ton per minggu, saat ini masih banyak didatangkan dari Aceh dan Jawa.

Ia mengusulkan optimalisasi lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN seluas 200 hektar per kecamatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Untuk memastikan distribusi hasil produksi yang merata dan berkualitas, Edison memaparkan pentingnya pembangunan Gudang Pendingin (cold storage) di area pedesaan.

“Fasilitas ini akan menjadi sentra pengolahan dan penyimpanan produk pertanian dan peternakan sebelum disalurkan ke dapur makanan bergizi gratis yang dikelola Koperasi Merah Putih, pasar modern, hingga potensi ekspor,” jelasnya.

Kekuatan pelaksanaan program ini, lanjut Edison, akan bersinergi dengan Mabes TNI melalui pemberdayaan Batalyon TNI Pertanian dan Pembangunan yang markasnya tengah disiapkan di Kecamatan Batang Kuis. Model kerja melibatkan penggarap lahan digaji secara layak, sekaligus membuka ruang kerja praktek bagi mahasiswa fakultas pertanian dari berbagai universitas negeri dan swasta.

“Dukungan akademis berupa konsultasi terkait kesesuaian jenis tanaman dengan kondisi hara tanah di Deli Serdang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas hasil program. Demi keberlanjutan pembiayaan, sistem kemitraan dengan peternak ayam besar dan pabrikan pakan ternak disusun dengan model bagi hasil 50 persen, di mana pihak peternak dan pabrikan juga bertanggung jawab sebagai bapak angkat ketahanan pangan beras lainnya,” urainya.

Edison menambahkan bahwa pelibatan asosiasi pengusaha seperti Apindo dan Kadin merupakan langkah strategis memperkuat jaringan distribusi dan pemasaran, serta mendukung pengembangan industri pangan lokal yang lebih mandiri dan tangguh.

“Dengan sistem terintegrasi ini, Deli Serdang tidak hanya berpotensi menjadi lumbung pangan non beras yang kokoh sebagai jawaban atas inflasi, tapi juga menjadi model pengelolaan sumber daya alam dan sosial yang inovatif, berkelanjutan, dan mensejahterakan masyarakat luas,” pungkasnya.(Red*)