KuliTinta News

My WordPress Blog

Tiga Pelaku Pembakaran Mobil Wartawan Ditangkap

KULITINTANEWS.COM, MEDAN – Pelaku penganiayaan dan penyerangan terhadap oknum wartawan Doni Nainggolan, Kamis (08/02/2024) lalu akhirnya ditangkap.

“Pelaku sudah ditangkap,” seperti yang ditegaskan Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Jum’at (15/2/2024) dinihari.

Aksi sadis, nekat, terencana dan termasuk berkeahlian khusus komplotan pelaku itu, tak sampai 2 hari bisa dipatahkan, dan berhasil ditangkap petugas Ditreskrimum Polda Sumut Subdit 3.

Akan kinerja yang sangat bisa diandalkan itu, Polda Sumatera Utara dipimpin Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mendapatkan aplaus, apresiasi besar masyarakat, khususnya dari kalangan jurnalis/wartawan dan aktivis hukum.

“Aksi kriminal dalam bentuk apapun yang dilakukan oleh mereka maupun suruhannya yang masuk dalam objek pemberitaan wartawan sudah sangat jelas ada ancaman pidana. Jadi, jangan main-main, apalagi main hakim sendiri, tempuhlah mekanisme sesuai aturan, seperti hak jawab, hak koreksi, hak bantah dan sebagainya, tidak zamannya lagi sekarang bertindak ala koboi,” tegas Darmawan Yusuf SH, SE, MPd, MH, CTLA, Med.

“Apalagi korban, yang saya kenal pribadinya. Dia ini bekerjanya profesional sebagai wartawan, pendidikan jurnalistik secara resmi juga saya tahu sudah dilaluinya. Jadi, sangat miris memang yang dialaminya dari perlakuan para eksekutor yang sudah ditangkap itu, semoga aktor inteletualnya menyusul diciduk,” pinta Darmawan.

Dari Jakarta, Pemimpin Redaksi tobapos.co, Drs Nauli Basa Silitonga menimpali sebagai atasan korban.

“Kepada Bapak Kapolda Sumut yang cepat mengantensikan hingga berhasil ditangkap para pelaku, saya memberikan apresiasi besar. Sosok pemimpin berani, tegas, cepat mengambil keputusan dibutuhkan untuk Sumut, dan ini saya lihat ada jelas pada Pak Agung,” kata Nauli yang juga Pengurus di PWI Jaya.

“Saya berharap, seluruh wartawan di Sumut yang menjadi korban kekerasan, terutama akibat menyangkut pemberitaannya, dapat pula Polda Sumut memberikan perlindungan maksimal, berikan efek jera terhadap para pelaku yang sudah tertangkap ini,” tutup pria kelahiran Sibolga-Sumatera Utara itu melanjutkan terima kasihnya kepada Direktur Ditreskrimum Kombes Pol Sumaryono, terlebih petugas yang terjun di lapangan yang dipimpin Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumut, Kompol Bayu Samara Putra.

BERITA LAINNYA :  Sebulan Dilaporkan, Kasus Penganiayaan di Polsek Tanjung Pura Mangkrak

Saat ini, pihak Ditreskrimum Polda Sumatera Utara sudah menangkap 3 pelaku (termasuk bernama Romi) yang mengeksekusi wartawan tobapos.co bernama Doni Nainggolan. Para pelaku saat menganiaya korban, juga mengancam korban agar menghapus berita yang dimuatnya di tobapos terkait bos narkoba (sabu-sabu, ekstasi) yang akrab disapa OY.

Setelah sebelumnya, para pelaku yang diduga dibekingi oknum aparat ini, berani langsung mendatangi korban di rumah kerabatnya (Gang Anas, Kelambir Lima, Deli Serdang), pada siang hari. Disitu, korban dianiaya di depan keluarganya dengan menggunakan borgol, kayu dan diduga senjata api.

Belum puas, kemudian mobil korban yang diparkir di depan rumah juga dibakar pada subuh hari. Pembakaran menimbulkan korban, seorang balita inisial BGS (4) luka melepuh di tangan dan mertua korban inisial KRTN (60) mengalami luka melepuh di bagian pipi kiri.

Adapun isi pemberitaan tobapos hingga menimpa wartawannya aksi kriminal luar biasa para pelaku suruhan tersebut, terkait sarang besar narkoba Gang Pantai di Jalan Kelambir Lima dekat pajak/pasar Kampung Lalang, Sunggal, Kota Medan yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

Dimana, lokasi narkoba yang dikenal dengan nama ‘Gang Pantai’ itu, belakangan dipindahkan ke Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal, Kota Medan, hanya beberapa kilometer dari lokasi sebelumnya, dikenal dengan nama ‘Lembah”, di Gang Mushola, terus ke ujung dekat sungai.

Lokasi narkoba (sabu-sabu, ekstasi) tersebut santer terdengar dikelola OY dan juga sekaligus disebut yang memasok. Menurut berbagai sumber terpercaya, kilo-kiloan sabu-sabu habis terjual disana dalam jangka waktu tak lama. Bahkan sumber menyebut, jaringan internasional terlibat.(Rel*)